apakah RTP tinggi selalu lebih baik
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang memiliki daya rusak tinggi. Fenomena geologis ini dapat terjadi secara tiba-tiba, berlangsung dalam durasi singkat, namun berpotensi menimbulkan konsekuensi yang besar. Sebagai negara yang terletak di wilayah Cincin Api Pasifik, Indonesia termasuk kawasan yang sangat rawan terhadap kejadian gempa bumi.
Apa Itu Gempa Bumi? Definisi dari Berbagai Lembaga
Secara umum, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Beberapa lembaga terkemuka memberikan definisi yang lebih spesifik:
Menurut BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
BNPB mendefinisikan gempa bumi sebagai getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh sumber-sumber geologis, seperti tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhnya batuan.
Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
BMKG menjelaskan gempa bumi sebagai peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Pelepasan energi ini ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)
WHO mendeskripsikan gempa bumi sebagai guncangan hebat dan mendadak pada permukaan tanah. Guncangan ini terutama disebabkan oleh pergerakan antar lempeng tektonik di sepanjang zona patahan pada kerak bumi.
Dampak dan Risiko yang Ditimbulkan
Gempa bumi adalah bencana yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa dan materiil yang signifikan. Data WHO menunjukkan bahwa secara global, gempa bumi menyebabkan sekitar 750.000 kematian dalam kurun waktu 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terdampak oleh bencana ini selama periode tersebut.
Dampak langsung dan ikutan dari gempa bumi sangat beragam, mulai dari goncangan tanah, likuifaksi (pencairan tanah), tanah longsor, retakan tanah, hingga bencana turunan seperti kebakaran dan tsunami yang dapat memperluas wilayah dampak.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Mitigasi
Meskipun tidak dapat dicegah kejadiannya, risiko gempa bumi dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan dan mitigasi yang tepat. Inti dari tanggap bencana gempa bumi adalah pengetahuan dan kesiapan.
Contoh konkret kesiapsiagaan meliputi memahami prosedur evakuasi, mengenali jalur dan titik kumpul yang aman, serta secara disiplin mematuhi pedoman keselamatan saat gempa terjadi, seperti Merunduk, Berlindung, dan Berpegangan (Drop, Cover, and Hold On). Membangun budaya sadar bencana merupakan langkah paling fundamental dalam mengurangi dampak gempa bumi terhadap masyarakat.